Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Contoh Hewan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna


Tentunya sering kali kita melihat berbagai hewan seperti kupu-kupu, katak, capung, dll. Ada fenomena yang menarik dalam pertumbuhan hewan-hewan serangga dan juga amfibi. Jika hewan lain melakukan pertumbuhan seperti biasanya, serangga dan amfibi melakukan pertumbuhan dengan mengalami berbagai perubahan mulai dari anatomoinya, morfologi dan juga fisiologis hewan tersebut. Adanya perubahan yang terjadi pada fisik serangga disebabkan karena diferensial sel yang terjadi secara radikal. Metamorfosis merupakan pertumbuhan yang terjadi pada hewan serangga.

Metamorfosis adalah proses pertumbuhan dan perkembangan hewan yang terjadi dengan ditandai perubahan fisik (morfologi, fisiologi, dan anatomi) dari awal mula sebuah telur hingga akhirnya menetas dan berubah menjadi hewan dewasa. Dengan proses pertumbuhan maka hewan tersebut akan mengalami berbagai perubahan dalam siklusnya. Beberapa hewan serangga dan amfibi mempunyai bentuk fisik yang berbeda saat mereka muda hingga akhirnya menjadi hewan dewasa.

Selain itu, siklus metamorfosi dijadikan sebagai dasar terhadap pengelompokkan hewan serangga. Metamorfosis pada serangga dibedakan menjadi 2 macam yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Berikut ini pembahasan mengenai contoh hewan metamorfosis sempurna beserta penjelasan lengkapnya.

Metamorfosis Sempurna

Metamorfosis sempurna atau Holometabola adalah proses pertumbuhan pada serangga yang terjadi dengan adanya perubahan bentuk ketika muda hingga akhirnya hewan tersebut menjadi dewasa. Pada holometabola terjadi masa transisi perubahan bentuk hewan mulai dari larva hingga tumbuh menjadi kepompong (hewan dewasa). Pada metamorfosis sempurna hewan mengalami 4 tahap yaitu mulai dari telur, larva, pupa dan imago (hewan dewasa).

Telur , pada fase ini hasil dari fertilisasi antara sel telur dan sel sperma yaitu embrio akan mengalami pembelahan sel sampai terbentuknya organ-organ utama.
Larva, pada fase ini beberapa jenis hewan eksoskeleton akan mengalami perubahan fisik yaitu mengalami pergantian kulit. Dengan seiringnya waktu tubuh hewan akan semakin tumbuh membesar sehingga terjadi pergantian kulit.
Pupa, pada fase ini terjadi transisi secara total dimana akan terbentuk bentuk yang baru. Pada tahap ini hewan akan mengurangi kebiasaan makannya. Akan tetapi pupa akan melakukan pertumbuhan hingga pada saatnya matang akan memasuki fase dewasa.
Imigo, pada fase ini akan terbentuk hewan dengan bentuk baru yang berbeda pada saat hewan tersebut muda. Dan hewan akan bereproduksi untuk membentuk telur baru yang nantinya akan mengalami tahap telur, larva, pupa dan menjadi imigo.

Contoh Hewan Metamorfosis Sempurna
Tentunya setelah dibahas mengenai pengertian singkat metamorfosis sempurna kita dapat mengetahui berbagai contoh hewan yang melakukan metamorfosis sempurna. Beberapa contoh hewan yang melakukan metamorfosis sempurna diantaranya yaitu Kupu-kupu, nyamuk, lalat, lebah, katak, tawon, dll. Berikut ini contoh hewan yang melakukan metamorfosis sempurna beserta penjelasannya.

1. Kupu-kupu

Kupu-kupu melakukan proses metamorfosis sempurna karena pada masa pertumbuhannya kupu-kupu mengalami empat tahap yaitu telur, larva, pupa dan imigo. Pada fase telur, telur akan menetas menjadi larva dalam waktu antara 3 hingga 5 hari. Setelah telur menetas maka akan tumbuh menjadi larva, larva pada kupu-kupu yaitu ulat. Pada tahap larva maka ulat mulai mencari makan. Pada pertumbuhannya kulit pada larva akan berganti sekitar 3 hingga 6 kali, proses pergantian kulit ini dikatakan sebagai instar.

Setelah larva melakukan instar maka larva akan mencari tempat yang akan dijadian tempat untuk berlindung dan larva akan menempel pada daun, pada tahap ini larva telah memasuki masa pupa dimana ulat berubah mejadi kepompong. Pada fase pupa hewan melakukan istirahat dan melakukan pertumbuhan menjadi bentuk baru, untuk menjadi imigo membutuhkan waktu 7 hingga 20 hari. Tahap yang terakhir yaitu menjadi kupu-kupu.

2. Nyamuk

Pada fase telur nyamuk akan menyimpan telurnya pada tempat yang lembab, biasanya pengeraman pada telur nyamuk akan terjadi dengan sempurna saat musim dingin telur akan menetas menjadi larva selama 2 hari. Setelah menetas telur berubah menjdi larva yaitu jentik nyamuk dan pada tahap ini akan terjadi pergantian kulit, proses perubahan larva menjadi pupa terjadi setelah 7 hari.

Pada fase pupa nyamuk telah siap terbang dan mempunyai organ yang lengkap yaitu sayap, kaki, antena, bola mata, dan organ lainnya selama 12 hari pupa akan berubah menjadi nyamuk dewasa. Pada tahap imago nyamuk sudah siap terbang dan mulai mencari makanannya sendiri dengan menghisap darah manusia.

3. Lalat

Pada saat lalat masih dalam bentuk telur, telur lalat disimpan pada tempat yang kotor yaitu sampah, bangkai bahkan pada kotoran manusia. Karena tempat yang kotor mengandung banyak protein untuk larva lalat dan tempat kotor merupakan salah satu tempat yang amat untuk penyimpanan telur. Telur lalat akan menetas menjadi larva dalam waktu yang cepat yaitu 1 hari, setelah menetas telur tersebut akan menjadi larva dengan bentuk belatung dan mulai memakan makanan yang ada pada sekitar belatung itu tinggal.

Pada tahap larva, belatung akan mengalami pergantian tuling dan tubuh larva mulai berkembang semakin besar hingga menjadi keras. Perubahan larva menjadi pupa terjadi dalam waktu 2 hari, dalam tahap yang terakhir larva akan mencari tempat untuk berlindung saat memasuki tahap pupa. Dan pada hari ke 3 hingga ke 6 akan mulai terbentuk sayap dan lalat tumbuh menjadi lalat dewasa. Lalat dapat menghasil sekitar 900 butir telur bahkan lebih.

4. Katak

Telur katak biasanya tersimpan secara berkelompok yang disatukan oleh cairan seperti gel. Induk katak akan meninggalkan telur dan membiarkan telur untuk tumbuh. Fase telur pada katak berlangsung selama 21 hari, selama tahap telur embrio mendapatkan makanan dari kuning telur. Pada tahap larva, telur berubah menjadi kecebong atau berudu. Pada masa larva, berudu telah memiliki ekor yang panjang sehingga dapat melakukan pergerakan di dalam air dan bernapas dengan menggunakan insang. Sekitar 5 minggu berudu akan mengalami pertumbuhan morfologis dan fisiologis, hingga tumbuh kaki depan dan belakang dan sistem pernafasan berubah menggunakan paru-paru. Pada masa pupa terjadi selama 3 minggu sampai terbentuknya katak dewasa.

Metamorfosis Tidak Sempurna

Metamorfosis tidak sempurna atau Hemimetabola adalah proses pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dengan hanya organ tertentu saja yang terjadi perubahan fisiologis. Fase metamorfosis tidak sempurna yaitu telur, nimfa dan imago (hewan dewasa).

Fase telur, pada fase ini induk akan menyiman telur pada tempat yang aman dengan tujuan mempertahankan embrio dari berbagai serangan hewan lainnya. Maka telur dilapisi cangkang dengan lapisan zat kitin yang mempunyai fungsi pelindung embrio sampai akhirnya telur menetas menjadi nimfa.
Fase nimfa, pada fase ini mulai terbentuk organ yang hampir menyerupai organ pada hewan dewasa.
Fase imago, pada fase ini berbagai perubahan telah terjadi pada hewan hingga tewan telah matang dan siap bereproduksi.

Contoh Hewan Metamorfosis Tidak Sempurna

Metamorfosis tidak sempurna terjadi dalam tiga tahapan yaitu telur, nimfa dan imigo. Beberapa hewan yang melakukan proses pertumbuhannya dengan cara metamorfosis tidak sempurna yaitu kecoa, belalang, dll. Berikut ini beberapa contoh hewan yang melakukan metamorfosis tidak sempurna beserta penjelasannya.

1. Kecoa

Kecoa mengalami proses perkembangan dan Daur Hidup Kecoa , dimana perkembangannya dalam tiga fase yaitu telur, nimfa dan imigo. Pada fase telur, telur kecoa dilindungi ootheca (sejenis kapsul), telur akan menetas dalam waktu 28 hari dan ada beberapa jenis kecoa yang menetas pada waktu 2 bulan. Setelah telur menetas maka kecoa memasuki fase nimfa selama 60 hari dan pada fase nimfa terjadi pergantian kulit. Setelah melakukan pergantian kulit sebanyak 5 sampai 7 kali, maka nimfa tumbuh menjadi hewan dewasa (imigo).

2. Belalang

Sama hal nya dengan kecoa, belalang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Telur belalang akan menetas bergantung terhadap kondisi lingkungan, setelah telur menetas maka terbentuk nimfa atau bayi belalang. Pada fase nimfa, pada umumnya warna belalang putih dan juga belum memiliki sayap. Fase nimfa pada belalang terjadi sekitar 25 sampai 40 hari dan akan melakukan pergantian kuliat sebanyak 4 sampai 6 kali. Pada pergantian kulit yang ke 6 kali biasanya mulai tumbuh sayap kecil dan nimfa akan berubah menjadi belalang dewasa yang siap untuk terbang.


Selain kecoa dan belalang hewan lainnya yang mengalami metamorfosis tidak sempurna yaitu capung, jangkring, rayap, dll. Nah itulah beberapa contoh hewan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna beserta penjelasannya. Dengan adanya artikel ini kita dapat mengetahui bagaimana proses metamorfosis dan contoh hewan yang melakukan proses meatamorfosis. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Jenis Jenis Bioteknologi Konvensional dan Modern



Jenis jenis bioteknologi sendiri bermula dari bidang ilmu biologi. Dalam kehidupan sehari-hari kita mungkin sudah tak asing lagi jika mendengar sebuah kata bioteknologi. Namun, tidak banyak yang tahu tentang bioteknologi itu, apakah yang dimaksud bioteknologi itu? Bioteknologi sendiri mempunyai pengertian yakni penerapan pada prinsip-prinsip dibidang ilmu seperti biologi, biokimia, dan juga rekayasa dalam proses melakukan suatu pengolahan bahan-bahan dengan cara memanfaatkan berbagai jasad hidup maupun komponen-komponennya dalam rangka untuk menciptakan antara lain barang dan juga jasa.
Apabila kita melihat dari pengertian di atas, berarti semua produk dan juga jasa yang mempunyai asal-usul dari jasad hidup dan komponennya yang diciptakan dari suatu proses penerapan dalam teknik bidang ilmu biologi, biokimia, dan juga rekayasa merupakan produk dan jasa bioteknologi.

Bagaimana dengan makanan seperti tempe dan tape, apakah keduanya termasuk dalam kategori produk bioteknologi? Apabila anda melihat kembali dari pengertian bioteknologi sendiri, beberapa hasil produk dari suatu jasad hidup yang dahulu kala telah dikembangkan dalam kurun waktu ratusan tahun yang lalu, seperti contohnya yogurt, kefir, dan juga tempe, ialah hasil dari produk bioteknologi.

Sampai saat ini mungkin anda sudah menjadi bagian dari salah satu konsumen makanan-makanan hasil dari produk bioteknologi yang pembuatannya sederhana ini. Berbagai jenis-jenis minuman yang masih tradisional, seperti contohnya tuak dan juga arak, ternyata proses pembuatannya dibuat dengan memakai proses bioteknologi secara sederhana. Dahulu kala, nenek moyang kita, bisa menemukan suatu teknologi sederhana ini, ternyata dengan tidak sengaja. Selanjutnya teknik ini diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Jenis Jenis Bioteknologi

Pada umumnya, bioteknologi sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu :

1. Bioteknologi Konvensional

Dalam bioteknologi konvensional memakai beberapa bidang ilmu dari penerapan-penerapan ilmu biologi, biokimia, dan suatu rekayasa yang masih terbatas. Pada bioteknologi jenis konvensional prosesnya belum memakai suatu teknik rekayasa molekuler yang mempunyai tingkatan rumit, terstruktur dan terarah. Meskipun memakai suatu teknik rekayasa molekuler, maka rekayasa yang dipakai tersebut pasti belum semuanya dapat dikendalikan dengan baik. Bioteknologi konvensional juga memakai jasad hidup yang ada di alam sekitar.

2. Bioteknologi Modern

Jika pada bioteknologi modern sudah memakai suatu teknik rekayasa dengan tingkatan rumit, terstruktur dan terarah sehingga hasil akhirnya bisa dilakukan pengendalian dengan baik. Teknik yang saat ini digunakan ialah melakukan suatu proses manipulasi genetik dengan menggunakan jasad hidup yang terstruktur dan terarah sehingga hasilnya akan sesuai dengan keinginan. Dalam proses perkembangan bioteknologi modern selalu menggunakan struktur dari DNA.

Teknik yang dipakai dalam bioteknologi modern ialah suatu teknik manipulasi dari bahan-bahan genetik seperti DNA yang dilakukan secara in vitro. Pengertian dari in vitro ialah suatu proses dari ilmu biologi yang bisa berlangsung pada situasi percobaan yang terjadi di luar sel atau pun di luar organisme, seperti contohnya dalam suatu tabung percobaan. Pada teknik ini biasanya dikenal sebagai teknik DNA rekombinan atau pun teknik rekayasa genetika. Para peneliti dan ilmuwan bisa melakukan penyambungan terhadap molekul-molekul DNA yang berasal dari jasad hidup lainnya yang tentunya berbeda-beda akan dijadikan suatu molekul DNA yang mempunyai sifat rekombinan. Rekayasa genetika sekarang ini adalah menjadi hal yang utama dari bioteknologi modern.

Contoh – Contoh Bioteknologi

Produk maupun jasa hasil dari bioteknologi ternyata sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup pada makhluk hidup, khususnya manusia. Seperti contohnya, pada zaman dahulu jika membutuhkan 1 cc hormon insulin untuk diberikan pada penderita diabetes, dibutuhkan kira-kira sembilan lambung babi untuk diperas. Namun, dengan kehadirannya teknologi yang mampu melakukan transfer DNA, maka pada fragmen DNA yang menghasilkan hormon insulin akan bisa dilakukan proses pencangkokan pada bagian plasmid sehingga bisa ikut dalam suatu proses metabolisme pada sel bakteri dan akhirnya bisa menghasilkan hormon insulin yang masih kotor. Dengan menggunakan suatu teknik pemurnian, maka akan diperoleh hormon insulin yang kemudian dapat dengan mudah diberikan bagi si penderita tersebut. Selain hormon insulin, masih banyak lagi hasil dari bioteknologi bagi kehidupan manusia sekarang ini. Mari kita simak penjelasan berikut.

Berikut ini beberapa contoh bioteknologi :

1. Bioteknologi dalam Bidang Pengolahan Pangan

Di keseharian aktivitas kita, sesungguhnya kita semua selalu mempunyai hubungan yang erat dengan keberadaan bioteknologi. Dari berbagai jenis makanan atau pun minuman yang biasa kita konsumsi setiap hari, itulah sebagian dari produk hasil bioteknologi. Seperti contohnya tape, roti, keju, dan juga yoghurt merupakan berbagai macam produk hasil bioteknologi yang sering kita konsumsi setiap saat. 
Berikut ini contoh makanan dan minuman hasil dari bioteknologi :

Yoghurt

Yoghurt dikenal sebagai suatu minuman hasil dari proses fermentasi minuman susu dengan memakai bakteri seperti Lactobacillus substilis dan Lactobacillus bulgaricus. Bakteri-bakteri ini sangat bermanfaat dalam proses mendegradasi protein yang terkandung dalam susu sehingga bisa menjadi asam laktat.

Proses tersebut biasanya disebut juga dengan proses fermentasi asam laktat dan dari proses tersebut akan menghasilkan minuman yang dinamakan yoghurt. Yoghurt kini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan di masyarakat karena sudah beredar luas di toko-toko, minimarket dan tentunya juga supermarket. Harganya pun tidak mahal dan cukup terjangkau untuk bisa menikmatinya bersama keluarga di rumah.

Keju

Keju adalah salah satu contoh produk hasil dari bioteknologi yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia karena kelezatannya. Keju sendiri bisa dihasilkan karena bantuan yang diberikan oleh bakteri pada susu. Bakteri ini disebut dengan bakteri asam laktat atau bakteri Lactobacillus. Bakteri tersebut mempunyai peran dalam mengubah laktosa menjadi asam laktat, kemudian juga bisa membuat susu menjadi menggumpal. Untuk proses pembuatan keju, maka keadaan suatu pH (tingkat keasaman) harus rendah. Keadaan ini akan dengan mudah membuat susu menjadi mengental dan membuat protein yang terkandung pada susu akan berubah menjadi curd. Saat proses ini berlangsung, perlu dibantu dengan cara menggunakan tambahan yakni enzim renin.
Enzim renin sendiri dapat dihasilkan dengan teknik rekayasa genetika. Penambahan garam bisa dilakukan, apabilah susu telah berubah menjadi curd. Garam berperan untuk mengawetkan dan menambah rasa. Kemudian bisa ditambahkan bakteri yang biasa disebut dengan bakteri pematang. Bakteri ini berperan dalam proses memecah protein dan juga lemak yang terkandung pada keju. Untuk membuat waktu lebih singkat, maka dalam produksi keju bisa dilakukan penambahan terhadap enzim bakteri sebagai pematang itu sendiri.

Tempe

Tempe merupakan makanan ciri khas masyarakat Indonesia. Tempe merupakan salah satu makanan hasil dari bioteknologi. Bahan baku utama tempe adalah kacang kedelai yang merupakan sumber dari protein yang tinggi serta memiliki nilai gizi yang cukup tinggi pula. Tempe terbuat dari kacang kedelai yang dibantu oleh jamur Rhizopus orizae. Dalam proses pembuatannya pun cukup sederhana dan cenderung sangat mudah untuk dilakukan. Cuci bersih kacang kedelai, kemudian rebus sampai kondisi setengah matang. Selanjutnya, rendam dengan air dalam kurun waktu kira-kira 12 jam (satu malam).

Hal tersebut dapat menghasilkan keadaan asam yang dapat mencegah mikroba dalam upaya membusukkan makanan. Kemudian cuci lagi dan lakukan perebusan kembali sampai matang. Setelah itu dinginkan beberapa saat dan tambahkan ragi. Ragi tempe sendiri merupakan jamur Rhizopus orizae. Kacang kedelai yang sudah dilakukan proses pencampuran, kemudian bisa dibungkus dengan menggunakan daun pisang atau pun dengan menggunakan plastik yang sudah dilubangi. Setelah itu, biarkan selama satu malam. Dan hasil akhirnya terciptalah tempe sebagai produk hasil dari bioteknologi.

2. Bioteknologi Dalam Bidang Kesehatan

Bioteknologi di bidang kesehatan, sudah sejak lama digunakan. Seperti contohnya, pada proses pembuatan antibiotik. Bioteknologi sendiri juga mempunyai peran dalam bidang kesehatan lainnya, seperti halnya pada proses pembuatan hormon dan juga proses pembuatan bayi tabung. Berikut contoh hasil bioteknologi dalam bidang kesehatan :

 Antibiotik

Antibiotik sendiri adalah suatu senyawa yang bisa diciptakan dari bantuan mikroorganisme tertentu. Mempunyai fungsi dalam upaya menghambat dan membunuh proses tumbuh kembang kuman yang menjadi penyebab penyakit. Antibiotik yang ditemukan pertama kali ialah antibiotik hasil dari jamur Penicillium notatum. Penisilin berguna untuk melawan infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Staphylococcus. Sedangkan antibiotik lainnya yang sering digunakan ialah berasal dari genus Streptomyces. Antibiotik ini tergolong dalam kelompok Streptomycin dan juga Tetracycline. Antibiotik tersebut terbukti sangat ampuh dalam upaya melawan bakteri Tubercullocis.

Hormon

Seringkali terjadi masalah pada hormon karena diakibatkan oleh penyakit-penyakit tertentu pada manusia. Seperti contohnya, penyakit diabetes mellitus yang dalam kehidupan sehari-hari sering dikenal dengan penyakit kencing manis. Penderitanya terjadi kekurangan hormon insulin dan menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi sangat tinggi. Bakteri Escherichia coli dapat membantu produksi hormon insulin secara buatan yang merupakan hasil dari bioteknologi.
Dapat diambil kesimpulan bahwa dengan keberadaan bioteknologi, ternyata sangat membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari di berbagai bidang seperti bidang pangan, bidang kesehatan dan lain-lain. Sampai disini dulu ya artikel kali ini yang membahas mengenai jenis jenis bioteknologi. Semoga bermanfaat dan terima kasih.
112 CONTOH JUDUL SKRIPSI PENDIDIKAN

112 CONTOH JUDUL SKRIPSI PENDIDIKAN


Contoh Judul skripsi pendidikan ini saya posting untuk membantu mahasiswa yang lagi bingung mencari judul skripsi,supaya cepat kelar dengan kebingungan tentang skripsi nah disini coba saya kumpulkan dari beberapa sumber jadi mohon maklum jika ada kesamaan,.


Contoh judul skripsi pendidikan ;
  • Skripsi Pengaruh Penggunaan Media Buku Cerita Terhadap Kemampuan Membaca Anak Tunagrahita Kelas D 6 Di SLB X.
  • Skripsi Meningkatkan Prestasi Belajar Membaca Bahasa Indonesia Melalui Pembelajaran Kelompok Siswa Tuna Grahita Ringan Kelas IV SLB Negeri X Tahun.
  • Skripsi Peningkatan Prestasi Belajar Membaca Permulaan Dengan Media Pembelajaran Kartu Kata Untuk Anak Tunagrahita Ringan Kelas II SLB Negeri X Tahun Pelajaran.
  • Skripsi Studi Deskriptif Pelaksanaan Bina Bicara Bagi Anak Cerebral Palsy Di SDLB X Contoh judul skripsi pendidikan .
  • Skripsi Upaya Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Hitungan Bilangan Penjumlahan Melalui Pemanfaatan Alat Peraga Buah-Buahan Bagi Siswa Kelas IV Semester 2 SDLB Tuna Grahita Ringan Di SLB-C X Tahun Pelajaran.
  • Skripsi Penggunaan Konsep Ruang Melalui Permainan Bintang Beralih Untuk Meningkatkan Penguasaan Arah Bagi Anak Tunagrahita Di SDLB Negeri X Di Kelas D IV C Tahun Pelajaran.......
  • Skripsi Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Metode Karyawisata Pada Anak Tuna Grahita Kelas Dasar III SLB-C X.
  • Skripsi Penerapan Alat Peraga Pohon Bilangan Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas D2 SLB/C X Tahun Pelajaran.
  • Skripsi Peningkatan Kemampuan Matematika Melalui Media Permainan Kartu Berhitung Bagi Anak Tuna Grahita Ringan Kelas IV SLB Negeri X.
  • Skripsi Media Pembelajaran Permainan Kartu Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Bagi Anak Tuna Grahita Kelas D1/C SLB X Tahun Ajaran.
  • Skripsi Penggunaan Metode Maternal Reflektif Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Bicara Pada Anak Tunarungu Kelas Persiapan Sekolah Luar Biasa Negeri X Tahun...
  • Skripsi Hubungan Pembelajaran Ketrampilan Terhadap Motivasi Berwiraswasta Di SLB-B X Tahun Ajaran....
  • Skripsi Pengaruh Media Mahir Math SD 05 Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Anak Tunarungu Kelas D5 SLB X Tahun Ajaran....
  • Skripsi Upaya Peningkatan Kreativitas Anak Tunarungu Dalam Memasak Melalui Variasi Olahan Keripik Pisang Bagi Anak Kelas XB SMALB Negeri X Tahun...

Contoh Judul Skripsi Pendidikan Agama Islam
  • Skripsi Dampak Strategi Modeling Partisipan Terhadap Pemahaman Materi Tata Krama Pribadi (Berpakaian, Berhias, Adab Dalam Perjalanan, Bertamu Dan Menerima Tamu) Pada Siswa Kelas 1 SMA Muhammadiyah X.
  • Skripsi Efektifitas Strategi Belajar PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Bidang Study Fiqih Kelas V Di MI Negeri X.
  • Skripsi Analisis Konsep Kecerdasan Perspektif Howard Gardner dan Penerapannya Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
  • Skripsi Upaya Meningkatkan Creative Intelligence (Kecerdasan Kreatif) Melalui Keterampilan Bertanya Dasar Di MI X.
  • Skripsi Implementasi Model Pembelajaran Guru Ramah Anak Pada Pendidikan Agama Islam Di SD X.
  • Skripsi Menjadikan Anak Unggul Dalam Prestasi Pendidikan Agama Islam (Kajian Penerapan Konsep Metode Integrated Di SDIT Lab. School X).
  • Skripsi Modernisasi Pendidikan Pondok Pesantren (Studi Problematika Dan Upaya Menanganinya Di Pondok Pesantren X)
  • Skripsi Pelaksanaan Home Schooling Dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di Taman Pembinaan Anak Sholeh (TAPAS) X.
  • Skripsi Penerapan Metode Proyek Dalam Meningkatkan Aspek Psikomotorik Anak Didik Pada Pelajaran PAI Di SMPN X.
  • Skripsi Pengaruh Education Games Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Pada Sentra Agama Di PAUD X.
  • Skripsi Pengaruh Implementasi Program Percepatan Belajar (Akselerasi) Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA Negeri X.
  • Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Di SMP X.
  • Pengaruh Penerapan Teori Pembiasaan Perilaku Respon (Operant Conditioning) B.F. Skinner Dalam Pembelajaran Tajwid Terhadap Motivasi Dan Prestasi Belajar Siswa Di TPQ X.
  • Pengaruh Strategi Belajar MURDER (Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, Review) Terhadap Penguasaan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Kelas X-1 Di SMA Negeri X.
  • Pengaruh Strategi Quantum Quotient Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar PAI Siswa Di SMPN X.
  • Analisis Nilai-Nilai Profetik Dengan Kerangka Filsafat Pendidikan Dan Implikasinya Bagi Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (Studi atas Pemikiran Kuntowijoyo).
  • Pengaruh Upaya Preventif Guru Agama Terhadap Sikap Siswa Dalam Menghadapi Penyebaran Ajaran Islam Sempalan Pada Siswa Di SMA X.
  • Prosedur Dan Efektifitas Pengembangan Media Pembelajaran Kitab Matnul Ghoyah Wat Taqrib Bab Haji Menggunakan Macromedia Flash 8 Di Pesantren X.
  • Implementasi Metode Tandur Dalam Pembelajaran Yang Menyenangkan (Joyfull Learning) Di Play Group “Adituka Pelangi” Kelurahan X.
  • Perspektif KH Sholeh Bahruddin Dalam Meningkatkan Pendidikan Santri Di Pondok Pesantren X.
  • Pengaruh Hukuman Dalam Bentuk Bimbingan Jasmani Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Di SMAN I Kota X
  • Pengembangan Ekstrakurikuler Madrasah Diniyah di MTs. X
  • Model Pembelajaran Bermain Sosial Dalam Upaya Mengembangkan Kecerdasan Emosi Anak
  • Pengaruh Strategi Pembelajaran DAP (Developmentally Appropriate Practice) Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Di SDN X
  • Urgensi Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Mental Ideologi Tni Di Akademi Angkatan Laut
  • Implementasi Model Pembelajaran Humanizing The Classroom Dalam Interaksi Edukatif Siswa Di Sekolah Kreatif SD X


SKRIPSI JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

  • Skripsi Analisis Atas Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy (Sebuah Pendekatan Strukturalisme)
  • Skripsi Analisis Bahasa Dialek Kempo Di Kecamatan Sano Nggoang
  • Skripsi Analisis Bahasa Gaul Antar Tokoh Dalam Film Remaja Indonesia Get Married - Kajian Morfologi
  • Skripsi Analisis Kemampuan Mengapresiasi Prosa Menggunakan Metode Sosiodrama Siswa Kelas V MI-X
  • Skripsi Analisis Konteks Wacana Dalam Novel Dadaisme Karya Dewi Sartika
  • Skripsi Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Surat Pendengar Dalam Acara Curahan Hati Dan Lagu Di Radio Komunitas X
  • Skripsi Analisis Penokohan Dalam Novel Pudarnya Pesona Cleopatra Karya Habiburrahman El Shirazy Berdasarkan Teori Kepribadian Sigmund Freud - Kajian Psikologi Sastra
  • Skripsi Analisis Penokohan Tokoh Utama Dan Tokoh Tambahan Dalam Novel Kampung Kehormatan Karya Najib Mahfouz Dengan Pendekatan Psikologi
  • Skripsi Analisis Referensi Dalam Novel Dimsum Terakhir Karya Clara Ng - Kajian Analisis Wacana
  • Skripsi Aspek Moral Tokoh Novel Burung-Burung Manyar Karya Y.B. Mangunwijaya
  • Skripsi Campur Kode Dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih Karya Habiburrahman El Shirazy
  • Skripsi Kemampuan Menciptakan Puisi Menggunakan Metode Tugas Siswa Kelas V MI-X
  • Skripsi Kemampuan Menggunakan Kata Penghubung Dalam Karangan Deskripsi Siswa Kelas V MIN-X
  • Skripsi Pelaksanaan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII Di SMPN-X
  • Skripsi Penggunaan Bahasa Slang Dalam Komunitas Waria Di Kota X
  • Skripsi Protes Sosial Pada Novel Bali Surga Para Anjing Karya Redi Panuju 
  • Skripsi Warna Lokal Dalam Naskah Drama Sandhyakala Ning Majapahit Karya Sanusi Pane

Contoh Judul Skripsi Pendidikan Matematika dan IPA

  • Skripsi Efektivitas Pembelajaran Kimia Menggunakan Metode Kooperatif TAI (Teams Assisted Individualization) Dilengkapi Modul Ditinjau Dari Pencapaian Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Stoikiometri Kelas XI IPA Semester Genap SMA X
  • Skripsi Efektivitas Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Pengajaran IPA Terhadap Prestasi Belajar Siswa SD X
  • Skripsi Hubungan Antara Minat Dan Perhatian Dengan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Pada SDN X
  • Korelasi Antara Nilai-Nilai Religius Dan Kreativitas Siswa Dengan Prestasi Belajar Biologi Pada Ranah Kognitif
  • Studi Komparasi Pendekatan Konstruktivisme Metode Inkuiri, Demonstrasi Dan Konvensional Ditinjau Dari Prestasi Belajar Biologi Siswa
  • Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Jigsaw Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Terhadap Penguasaan Konsep Belajar Siswa Kelas VII
  • Skripsi Efektivitas Metode Pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) Yang Didukung Diagram V (Ve) Dan TAI Didukung Peta Konsep Pada Materi Pokok Hukum-Hukum Dasar Kimia Dengan Memperhatikan Keingintahuan Siswa Kelas X Semester Genap SMA X
  • Skripsi Hubungan Hasil Belajar Pada Materi Virus Dengan Sikap Terhadap Kesehatan Siswa Kelas 1 SMU Negeri X
  • Skripsi Local Search Genetic Algorithm Dalam Menyelesaikan Job Shop Scheduling Problem
  • Skripsi Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Student Team Achievement Division (STAD) Disertai LKS Untuk Penguatan Konsep Materi Pokok Ekosistem
  • Skripsi Pengamanan Pesan Rahasia Menggunakan Algoritma Kriptografi Elgamal Atas Grup Pergandaan Zp
  • Skripsi Pengaruh Agresitivitas Dan Aktivitas Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VII Semester 2 SMP Negeri 1 X
  • Skripsi Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN X
  • Skripsi Pengaruh Metode Kooperatif (Student Team Achievement Divisions Dan Team Assisted Individualization) Yang Dimodifikasi Dengan Praktikum Dengan Memperhatikan EQ (Emotional Quotient) Siswa Terhadap Prestasi Belajar Pada Materi Pokok Penentuan δh Reaksi SMAN X
  • Skripsi Pengaruh Pembelajaran Kimia Dengan Metode Scientific Inquiry Dan Demonstrasi Dengan Memperhatikan Sikap Ilmiah Siswa Terhadap Prestasi Belajar Pada Pokok Bahasan Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit Siswa Kelas X Semester 2 SMA Negeri X
  • Skripsi Penyelesaian Persamaan Non-Linear Metode Biseksi Dan Metode Regula Falsi Menggunakan Cara Komputasi
  • Skripsi Prestasi Belajar Kimia Ditinjau Dari Kemampuan Verbal, Kemampuan Penalaran, Dan Kemampuan Awal Pada Sub Materi Pokok Teori Asam Basa Arrhenius Pada Siswa Kelas XI Program Ilmu Alam Semester Genap SMA X
  • Skripsi Tingkat Penguasaan Operasi Hitung Pada Bilangan Pecahan Murid Kelas VI SDN X
  • Skripsi Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Melalui Model Kooperatif Tipe STAD Dengan Pendekatan PAIKEM Pada Materi Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit Siswa Kelas X Semester II SMA X
  • Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Solving Disertai Key Relation-Chart Dan Modul Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Materi Pokok Stoikiometri Pada Siswa Kelas X Semester Gasal SMA Negeri X Tahun Pelajaran X
  • Pengaruh Pembelajaran Fisika Dengan Pendekatan Inkuiri Terhadap Kemampuan Psikomotorik Siswa Ditinjau Dari Kemampuan Kognitif Siswa SMA Tahun Ajaran X
  • Analisis Kesalahan Dalam Menyelesaikan Soal Program Linear Pada Siswa Kelas II SMA Negeri X
  • Pembelajaran Fisika Menggunakan Pendekatan Ketrampilan Proses Ditinjau Dari Kemampuan Pemahaman Konsep Terhadap Kemampuan Kognitif Siswa Pada Pokok Bahasan Kinematika Gerak Lurus SMA Tahun Ajaran X
  • Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan Metode Resitasi Pada Sub Pokok Bahasan Relasi Dan Fungsi Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Kelas VIII Semester I SMP Negeri X Tahun Pelajaran X
  • Eksperimentasi Pembelajaran Interaktif Setting Kooperatif (PISK) Pada Limit Fungsi Aljabar Ditinjau Dari Aktivitas Belajar Matematika Siswa Kelas XI-IA Semester 2 SMA X Tahun Pelajaran X
  • Penerapan model pembelajaran Snowball throwing terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMA N 1 ....

Contoh Judul Skripsi Pendidikan IPS

  • Skripsi Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Perusahaan (Suatu Kasus Pada Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi PT. X)
  • Skripsi Analisis Pengaruh Iklan Pond’s White Beauty Melalui Media Cetak Dan Atribut Produk Terhadap Perilaku Konsumen (Study Pada Mahasiswa FKIP Pendidikan Ekonomi X)
  • Skripsi Efektivitas Metode Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Geografi Pokok Bahasan Lingkungan Hidup Di Kelas X SMA X
  • Skripsi Hubungan Antara Lingkungan Belajar Dan Minat Belajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI Jurusan IPS SMAN X
  • Skripsi Hubungan Gaya Kepemimpinan, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dengan Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada PT. X
  • Skripsi Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Guru Geografi Dalam Mengajar Dengan Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri Di Kota X
  • Skripsi Hubungan Sektor Informal Dengan Kesempatan Kerja Dan Kesempatan Menyekolahkan Anak (Studi Sektor Informal Di Pinggir Jalan X)
  • Skripsi Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian Air Minum Berkarbonasi Merk Fanta (Studi Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi)
  • Skripsi Peranan Panti Asuhan Dalam Pembinaan Pendidikan Remaja (Studi Di Panti Asuhan X)
  • Skripsi Peranan Usaha Kecil Penyulingan Minyak Nilam Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Kecamatan X
  • Skripsi Hubungan Antara Tingkat Motivasi Belajar Dan Intelegensi Dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akuntansi Siswa Kelas XI Jurusan IS SMA Negeri I X Tahun Ajaran
  • Skripsi Aplikasi Metode Pembelajaran Kooperatif Group Investigation Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas XI IPS 5 SMU Negeri X
  • Skripsi Korelasi Antara Persepsi Siswa Tentang Keterampilan Guru Dalam Mengajar Dan Kedisiplinan Belajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS SMA X Tahun Ajaran
  • Skripsi Hubungan Antara Intensitas Perhatian Orang Tua, Kemandirian Belajar Dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akuntansi Pada Siswa Kelas XI IPS SMA X Tahun Ajaran
  • Skripsi Penerapan Metode Pembelajaran Jigsaw Pada Mata Pelajaran Ekonomi Terhadap Peran Serta Dan Prestasi Belajar Siswa Di SMA Negeri X Tahun Pelajaran
  • Skripsi Efektivitas Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching And Learning) Dalam Pembelajaran Akuntansi Berbasis Kompetensi Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri X Tahun Pelajaran.
  • Skripsi Hubungan Antara Pendidikan Orang Tua Dan Konsep Diri Anak Dengan Sikap Sosial Anak Pada Siswa Kelas X SMA Negeri X
  • Skripsi Peranan Public Relations Dalam Rangka Meningkatkan Jumlah Pelanggan Di PDAM X

Contoh Judul Skripsi Pendidikan Ekonomi

  • Skripsi analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas perusahaan (suatu kasus pada perusahaan jasa pelaksana konstruksi PT. X)

 Contoh Judul Skripsi Pendidikan Olah raga

  • Skripsi hubungan antara kecepatan lari 50 meter dan kekuatan otot perut dengan prestasi smash normal bola voli bagi siswa putra kelas VI SDN 

Contoh Judul Skripsi Pendidikan PPKN

  • Skripsi kajian tentang partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala daerah langsung dihubungkan dengan UU no. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah

ALAT REPRODUKSI WANITA BESERTA FUNGSINYA


Proses reproduksi yang terdapat pada wanita yang memiliki beberapa bagian pada saluran reproduksi wanita yang akan membantu proses reproduksi pada wanita dengan adanya saluran pada alat reproduksi yang akan membentuk alat reproduksi pada wanita secara sempurna dan akan menjadikan reproduksi pada wanita menjadi subur sehingga akan mempermudah proses pembuahan sel telur oleh sel sperma dari pria.

Alat reproduksi wanita terdiri dari : vagina, uterus atau rahim, ovarium atau indung telur, mons veneris, Labia mayora atau bibir besar kemaluan, Labia minora, Vestibulum, dan Hymen.



Berikut adalah bagian-bagian dari alat reproduksi pada wanita :

1. Vagina

vagina memiliki panjang sekitar delapan sampai dengan sepuluh sentimeter dan terletak diantara rectum dan kandung kemih. Vagina merupakan membranasea yang berfungsi untuk menghubungkan Rahim ke bagian luar. vagina yang sehat memiliki sifat yang asam, sifat ini disebabkan karena adanya degradasi glikogen dan menjadi asam laktat yang dihasilakn oleh bakteri bacillus. vagina juga memiliki selaput lender pada bagian terluar dan juga pada lapisan tengah vagina terdiri dari otot-otot dan lapisan-lapisan lain yang meiliki banyak serat.

Fungsi vagina :

  • sebagai jalan lahirnya bayi
  • merupakan tempat ketika sedang melakukan hubungan seksual
  • tempat untuk menyalurkan darah ataupun menyalurkan lender pada Rahim. 

2. Uterus atau Rahim

Uterus adalah wadah untuk Rahim, uterus memiliki berat sekitar 30 gram, uterus juga tersusun dari lapisan otot otot yang kuat, karena uterus nantinya yang digunakan untuk tempat tumbuh kembangnya janin, otot pada uterus memiliki sifat yang elastis sehigga bisa berkembang dan mampu menompang janin pada saat kehamilan. Selain itu pada bagian uterus juga memiliki sel-sel epitel yang berada di dalam dinding Rahim yang memiliki fungsi sebagai membatas uterus.

Bagian uterus :

  • korupus uteri
  • fundus uteri
  • servik uteri

3. Tuba Falopi

Tuba fallopi merupakan saluran telur tuba fallopi ini memiliki fungsi untuk membawa sel telur kedalam Rahim, bila dilihat dalam gambar, tuba fallopi memiliki bentuk seperti cabang pada jari, cabang seperti jari ini biasa disebut dengan fimbriare, fimbriare ini bermanfaat ntuk menjangkau ke dalam rongga panggul dan bermanfaat untuk mengambil telur, seperti layaknya jari, dia akan berfungsi untuk mengambil hal yang ada didalamnya dan kemudian dilepaskan pada jalur yang sudah seharusnya. Sel telur ini akan di alurkan ke dalam Rahim.

Fungsi tuba falopi :

  • tempat pertumbuhan pembuahan pada janin, sebelum janin itu masuk kedalam Rahim
  • sebagai alat untuk menangkap ovum
  • digunakan sebagai alat pembuahan atau tempat fertilisasi
  • merupakan saluran dari ovum dan sperma sehinggg menghasilkan pembuahan yang berbentuk janin.

Bagian oviduk :

  • infundibulum
  • pars ampularis
  • pars ismika
  • pars inertitialis

 kelainan tuba falopi

  • kehamilan ektopik, kehamilan ektopik maksudnya adalah kehamilan yang terjadi pada wanita tapi tidak terjadi di dalam Rahim, jadi kehamilan akan terjadi di luar Rahim, kehamilan atau telur itu justru di buahi di sisi tuba fallopi, sehingga disebut dengan kehamilan ektopik, kehamilan ini sangatlah berbahaya, seperti halnya ketika janin tidak berkembang di tempatnya justru janin akan terancam keselamatannya, namun ternyata tidak hanya pada janinnya saja tetapi kehamilan ektopik ini juga mengancam jiwa ibu. Ada hal yang dapat dilakukan untuk menghilangkan atau menyembuhkan penyakit ini, yaitu dengan melakukan operasi, pada saat operasi ini dilakukan penghilangan sel telur yang sudah tertanam, agar sel telur itu tidak menjadi besar dan malah menyakiti si ibu, dan akan membunuh janin. Ketika tidak melakukan operasi dan pengambilan sel telur pada tuba fallopi justru akan menyebabkan tabung tuba fallopi pecah, karena semakin besar pertumbuhan sel telur tersebut.
  • Penyakit radang panggul, penyakit ini disebabkan karena adanya infeksi yang dialami pada organ reproduksi wanita. Yaitu pada Rahim dan juga ovarium serta pada saluran tuba fallopi. Penyakit ini biasanya terjadi karena melakukan hubungan seksual yang tidak sehat, ketika melakukan hubungan seksual ternyata salah satu dari mereka membawa bakteri, bakteri itu akan memasuki vagina, dan dari vagiana kan berjalan melalui saluran tuba fallopi ini, dan saat itulah saluran tuba fallopi menjadi terinfeksi, sehingga jaringan pada tuba fallopi akan terganggu yang mengakibatkan tersumbatnya seluruh tabung pada tuba fallopi.
  • Endometrosis, adalah penyakit yang terjadi karena adanya kesalahan tumbuh pada jaringan, jaringan yang seharusnya tumbuh di Rahim malah tumbuh berkembang pada tuba valopi sehingga tuba fallopi harus merasakan tekanan kembali, jarigan yang seharusnya ada dirahim akan mengakibatkan rusaknya jaringan tuba fallopi. Jaringan yang tumbuh pada tuba fallopi yang seharusnya pada Rahim akan menyebabkan obtruksi pada Rahim, sehingga tumbuh jaringan parut.

4. Ovarium atau Indung Telur

Ovarium adalah indung telur yang memiliki fungsi paling utama bagi tubuh, overium menghasilkan telur guna untuk memupuk dan juga indung telur ini berguna untuk menghasilkan hormone yang digunakan sebagai reproduksi. Progeseron dan juga estrogen.Pada dasarnya ovarium memang memiliki fungsi sebagai penghasil sel telur, namun ovarium atau indung telur ini dikendalikan oleh hormone gonadortropin realizing, yang dilpaskan dari sel sel saraf pada hipotalamus. Sel-sel ini berfungsi untuk mengirimkan berbagi pesan kepada sel-sel bagian ovarium lainnya melalui kelenjar pituirtara. Kelenjar ini dimanfaatkan oleh ovarium untuk menghasilkan hormot stimulus folic dan juga hormone luteinizing. Hormone-hormon tersebut dimanfaatkan oleh ovarium untuk mengontrol siklus pada menstruasi.

Proses ovarium pada siklus menstruasi

  • Pada siklus menstruasi bagian ovarium inilah yang akan melepaskan sel telur, bila pada saat sel telur dibuahi maka akan terjadi kehamilan. Ovarium adalah tempat untuk menghasilkan sekaligus menyimpan sel telur yang digunakan untuk pembentukan janin pada saat melakukan hubungan seksual nantinya.
  • Pada saat telur di dalam ovarium telur-telur ini ditutupi oleh lapisan sel yang biasa disebut dengan lapisan sel folikel. Sel-sel telur ini akan terus berkembang dan berkembang sehingga jika telur itu sudah matang telur akan ikut dialirkan pada saat menstruasi. Sel telur ini pada setiap siklus menstruasi dilepaskan pada ovulasi.
  • Sel yang menutup telur ini selalu berkembang dan juga sel folikel (penutup sel telur) diproduksi oleh hormonn esterogen. Hormone-hormon ini juga beranfaat untuk persiapan kehamilan.
  • Sel folikel bisa saja habis dan akhirnya tidak akan mengeluarkan menstruasi lagi yang biasa disebut dengan menopause. Hal ini disebabkan karena ovarium sudah tidak mampu untuk mengeluarkan hormone estrogen dan juga hormone progesterone.

Hormon yang dihasilkan oleh ovarium

Hormon estrogen mendominasi paruh pertama menstruasi, hormone progesterone mendominasi paruh kedua menstruasi. Kedua hormone ini memiliki manfaat untuk mengatur siklus menstruasi. Selain itu hormone ini juga bermanfaat untuk meniapkan lapisan Rahim, dan pada Rahim akan membentuk lapisan plasenta yang akan digunakan untuk melindungi bayi nantinya. Ovarium ini melekat pada Rahim, tapi tidak langsung melekat pada sisa saluran reproduksi manusia.

5. Mons veneris

mons veneris atau juga memiliki kata lain mons pubis, kerap sekali disebut sebagai kemaluan, mons veneris ini merupakan lapisan lemak yang berfungsi untuk menutupi tulang pada kemaluan.

Fungsi mons veneris

  • sebagai perlindungan untuk kemaluan
  • melindungi tulang dan jaringan yang ada di bagian bawah kemaluan
  • melindungi kemaluan pada saat melakukun hubungan seksual
  • sebagai sarana untuk melayani dan mengamankan organ dari bahaya apapun
  • membantu mearangsang dan menambah daya seksualitas pada pasangan.
  • Menghasilkan bau yang dapat merangsang seksual

mon veneris ini memiliki berbagai macam bagian diantaranya adalah bibir besar, atau labia minora, lubang vagina dan juga klitoris.

6. Labia mayora atau bibir besar kemaluan

bagian ini merupakan bagian luar dari kemaluan wanita, bagian ini berbentuk seperti bibir tapi agak terlihat lebih lebar, pada bagian ini terdiri dari jaringnan kelenjar keringan dan juga jaringan lemak

7. Labia minora

sama seperti labia mayora tetapi labia minora ini terletak di dalam labia mayora. Labia minora ini berfungsi untuk mengatur besar kecilnya seks yang akan dikelauarkan

8. Vestibulum

organ ini dibatasi oleh labia minora dan organ ini dibatasi oleh pertemuan dua labia minora vestibilum adalah tempat saluran kencing

9. Hymen

hymen atau biasa disebut dengan selaput darah wanita, selaput darah wanita adalah selaput lender yang merupakan suatu lipatan lipatan dan menutimi introits vagina. Hymen atau selaput darah ini memiliki berbagai macam bentuk seperti bulat dan juga seperti bulan sabit. Ada juga bentuk yang memiliki pemisah. Bentuk dari selaput ini bermacam-macam ada juga yang lunak dan ada pula yang kaku. Selaput dara ini hanya dapat dilalui oleh jari kelingking, bila selaput dara ini masih utuh dan belum terluka.

Bagian dari selaput dara wanita atau hymen

Hymen memilki pembuluh darah, meskipun hanya sedikit sekali, sehingga jika hymen pada wanita robek, ini akan menghasilkan darah dan mengeluarkan darah, tapi tak jarang tak ada darah yang keluar akibat robeknya hymen tersebut, karena sebenarnya sangat sedikit sekali pembuluh darah yang dimiliki oleh hymen. Selain pembuluh darah yang kecil dan halus, hymen juga memiliki selaput yang sangat elastis, sehingga dalam berhubungan seksual ketika penis hendak masuk kebagian ini tidak akan merobek bagian hymen ini, karena saking elastisnya hymen tersebut. Terkadang dari selaput dara atau hymen ini wanita mengetahui apakah masih perawan atau tidak, padahal indikasi dari keperawanan seseorang tidak hanya dilihat dari pemeriksaan ada tidaknya hymen tersebut, karena hymen bisa juga saking halusnya dan tidak begitu terlihat.

Memang banyak sekali fungsi dalam setiap bagian alat reproduksi, bahkan masih banyak yang belum diketahui dan masih banyak fungsi fugsi lain yang lebih luar biasa lagi, untuk itu ada beberapa factor yang menyababkan mengapa setiap manusia harus menjaga organ reproduksinya, selain organ reproduksi digunakan sebagai alat reproduksi dan menambah keturunan organ ini juga bermanfaat untuk memberi rangsangan dan gairah seksual pada setiap manusia. Jadi adanya organ reproduksi baik pada wanita maupun pada pria sengatlah penting sekali. Selain dari berbagai fungsi diatas, alat reproduksi juga memiliki beberapa macam kelainan jika tidak dapat menjaganya dengan baik. Adapun kelainan pada organ reproduksii akan dijabarkan dibawah ini.

Kelainan Organ Reproduksi

  • AIDS – AIDS disebabkan oleh virus HIV dimana virus ini akan menyerang sisitem kekebalan tubuh, penyakit ini juga termasuk penyakit yang menular, bisa jadi penyakit ini terjadi pada saat berhubungan seksual
  • SIFILIS – Sifilis atau raja singga ini terjadi karena adanya bakteri troponema palladium, selain itu penyaki sifilis in juga termasuk penyakit yang menular, dan menularan pada penyakit sifilis ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual.



  • Genore – Penyakit ini disebabkan oleh infeksi dari bakteri neisseira gonokokus dan penyakit ini sama dengan penyakit yang lain lainnya, penyakit ini terjadi karena adanya hubungan seksual yang tidak sehat. Penyakit ini biasanya ditandai dengan rasa sakit ketika sedang buang air besar.

Memang penyakit pada alat reproduksi merupakan penyakit yang menular, untuk itu demi kesehatan dan kebaikan diri alangkah baiknya bila berhati-hati ketika akan melakukan hubungan seksual, jika ingin melakukan hubungan seksual pastikan tidak ada yang mengindap penyakit tersebut pada salah satunya, sekian semoga bermanfaat.

Alat Reproduksi Pria beserta fungsinya


Alat reproduksi adalah alat yang digunakan untuk proses reproduksi manusia. Baik wanita maupun pria pasti memiliki alat reproduksi, dan alat reproduksi itulah yang nantinya digunakan untuk menghasilkan generasi generasi penerus mereka. Tanpa adanya alat reproduksi sangat mustahil akan terjadi penerusan generasi dalam keluarga itu. Sekiranya ada dua jenis alat reproduksi yang nantinya akan dibahas, alat reproduksi terdiri dari dua jenis yaitu alat reproduksi dalam dan alat reproduksi luar. bagi laki laki terdiri dari penis dan skrotum sebagai alat reproduksi bagian luar dan juga testis, epididymis, prostat, vesika seminalis, vas deferens dan juga kelenjar bulbouretral sebagai alat reproduksi bagian dalam. Sedangkan untuk wanita terdiri dari vagiana, labia mayora, labia minora mons pubis dan klitoris sebagai alat reproduksi bagian luar dan ada ovarium, tuba falopii atau oviduk dan juga uterus atau Rahim sebagai alat reproduksi bagian dalam.

Untuk lebih jelaskan akan di jabarkan satu persatu mengenai alat reproduksi manusia :


Pria

Reproduksi pria sudah tidak umum lagi mengenai pembelajaran alat reproduksi manusia pada pria yang memiliki beberapa bagian yang akan membantu  berjalannya proses reproduksi pada pria yang akan melalui berbagai saluran dan juga akan membantu proses untuk menghasilkan sperma yang akan digunakan untuk membuahi sel telur sehingga akan terbentuk sebuah janin. Begitu penting juga alat reproduksi pada pria yang sebaiknya untuk dijaga dan dijauhkan dari yang membahayakan pada alat kelamin pria.

Alat repduksi pada pria terdiri dari penis, skrotum, testis, epididimis, vas deference, dan kelenjar kelamin yang akan membantu saluran pada alat reproduksi pria.


Berikut adalah penjelasan dari beberapa bagian alat kelamin pada pria beserta gambarnya :


1. Penis

Menurut bahasa penis berasal dari kata Phallus yang memiliki arti sebagai ekor. Penis adalah organ bagian luar dari alat reproduksi, karena penis berada dibagian luar, penis dapat di lihat dengan mata tanpa bantuan alat apapun. Pada bagian reproduksi penis ini memilki jaringan erektil yang cukup besar. Jaringan tersbut terdiri dari tiga jaringan, disetiap jaringan mengandung pembuluh darah yang jumlahnya cukup besar dan beranastomosa.

Di dalam penis terdapat beberapa bagian yang lain :

  • korpus kavernosa adalah jaringan ini merupakan kumpulan jaringan erektil dorsal yang terdiri dari dua kumpulan itu terdapat jembatan dengan jenis jaringan yang dapat dibilang sama.
  • Korpus spongiosum adalah Jaringan ini merupakan jaringan vertal yang lebih kecil di bandingkan jaringan yang lain. Jaringan ini terletak mengelilingi urerta dan juga jaringan ini berfungsi untuk melindungi uretra, karena kompenen pada jaringan ini membungkus uretra.
  • Gland penis adalah Gland penis adalah bagian penis yang terletak di ujung penis.

Sedangkan pada kavernosa, pada bagian badan kavernosa juga dikelilingi oleh jaringan yang padat, jaringan itu adalah jaringan penyambung yang disebut tunika albuginea. Sedangkan pada uretra dalam penis juga dikelilingi oleh jaringan erektil yang memiliki banyak rongga-rongga yang mengandung banyak pembuluh darah. 
Darah pada penis ini akan di terima oleh arteria penis dan akan dibentuk cabang untuk membentuk arteria dorsal dan juga arteri pada bagian dalam yang memiliki pasangan atau berpasangan. Pada bagian penis ia memiliki darah yang melimpah, karena penis merupakan organ yang mempunyai suplai darah yang cukup melimpah pada urat saraf spinal, parasimpatik dan juga pada saraf simpatik, serta pada organ ujung sensoris lainnya.

Fungsi Penis

  • Sebagai sarana untuk jalur air seni di buang – Penis merupakan saluran, seperti hal nya sebuah pipa, ia akan digunakan untuk membuang kotoran yang berada di dalam. Melalui penis, kotoran atau air seni dapat disalurkan keluar agar tidak terjadi penyakit di dalamnya
  • Dapat digunakan untuk alat senggama

2. Skrotum

Skrotum merupakan alat yang digunakan untuk membungkus testis. Letak skrotum yaitu diantara penis dan juga anus. Skrotum terletak di depan perineum. Skrotum ada dua, atau sepasang, ada skrotum kanan dan skrotum kiri pada bagian ini krotum dibatasi oleh jarignan ikat dan juga otot dartos. Otot ini memiliki fungsi sebagai alat gerak bagi skrotum hingga skrotum dapat mengendur dan juga dapat mengerut. Pada bagian skrotum juga memiliki serat-serat yang berasal dari penerusan otot luring dari dinding perut atau biasa disebut dengan otot kremaster

Fungsi dari skrotum

  • Memberikan lingkungan pada testis yang memiliki suhu dingin antara 1-80C lebih dingin bila dibandingkan dengan suhu pada tubuh
  • Mengatur suhu pada testis agar tetap terjaga
  • Memberi ruang untuk testis agar dapat bergerak. Baik bergerak menjahui tubuh maupun bergerrak mendekati tubuh.

3. Testis

Testis adalah organ reproduksi pria yang berada di dalam organ reproduksi, testis ini memiliki bentuk oval dan juga testis terletak di bagian daalam skrotum, seperti telah dijelaskan diatas tadi bahwa skrotum adalah alat yang digunakan untuk menjaga testis agar tetap memiliki suhu yang sesuai dengan suhu pada lingkungannya.

Fungsi testis

  • Digunakan untuk alat penghasil spermatozoa atau sel kelamin jantan
  • Sebagai alat untuk menghasilkan hormone seks testrosteron
  • Menjaga suhu agar spermatogenesis tetap terjadi

4. Epididimis

Epididimis merupakan bagian organ pada alat reproduksi yang memilki bentuk sebagai saluran yang berkelok kelok, saluran epdidimin berada pada skrotum dan juga berada diluar testis. Apabila dilihat epdidimis ini berbentuk hampir seperti huruf C.

Fungsi epididimis

  • Digunakan sebagai alat penyimpanan
  • Bagian saluran epdidimis merupakan alat untuk pengangkutan
  • Epdidimis merupakan tempat untuk pematangan sperma

5. Vas deferens

vas deferens merupakan saluran organ reproduksi, vas deferens biasa berbentuk seperti layaknya tabung.

Fungsi vas deferens

  • saluran sebagai jalannya sperma ke veskula
  • tempat untuk menampung sperma
  • tempat untuk proses pematangan sperma

6. kelenjar kelamin

kelenjar kelamin merupakan organ pada kelamin pria. Kelenjar kelamin memiliki tiga bagian yaitu bagian vesikula seminalis atau disebut kantung air mani, kelenjar prosta, dan juga kelenjar bulbouretra. Tiga bagian itu

  • vesikula seminalis atau kandung mani merupakan organ yang berfungsi ungtuk mensekresikan cairan dalam tubuh yang memiliki sifat basa, selain itu vesikula seminalis ini berjumlah sepasang yaitu kanan dan kiri
  • kelenjar prostat adalah organ reproduksi pria yang berada dibawah kandung kemih. Kelenjar ini berfungsi untuk mensekresikan cairan yang berada dalam kelenjar ini. cairan ini dan juga cairan pada seminalis bermanfaat untuk tempat ruang gerak sperma
  • kelenjar bulboutetra adalah kelenjar yang juga memiliki jumlah sepasang, kelenjar ini memiliki fungsi untuk menghasilkan lender pada saluran ejakulasi yang memiliki sifat basa. Kelenjar bulboutetra ini beradi di bawah kelenjar prostat.
  • saluran ejakulasi saluran ini memiliki fungsi menghubungkan uretra dengan vesikula seminalis merupakan bagian dari penis yang memiliki fungsi untuk tempat keluar sperma dan air mani. jaadi saluran ini berfungsi untuk meneluarkan airmani disaat melakukan hubungan seksual, dengan adanya air mani yang berhasil menuju indung telur baru akan terjad masa kehamilan.


Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×