Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan

CAHAYA (Pengertian, Hukum, 7 Sifat, Macam pemantulan dan Contoh Penerapan serta Gambar Cahaya)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika yaitu tentang cahaya, adapun yang akan dibahas yaitu pengertian cahaya, jenis jenis cahaya, 7 sifat sifat cahaya, pemantulan cahaya, Hukum pemantulan cahaya, macam macam cahaya dan contoh penerapan cahaya dalam kehidupan kita sehari hari serta gambar cahaya yang merambat lurus, semoga dapat membantu.

Cahaya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika yaitu tentang cahaya, adapun yang akan dibahas yaitu pengertian cahaya, jenis jenis cahaya, 7 sifat sifat cahaya, pemantulan cahaya, Hukum pemantulan cahaya, macam macam cahaya dan contoh penerapan cahaya dalam kehidupan kita sehari hari serta gambar cahaya yang merambat lurus, semoga dapat membantu.

Pengertian Cahaya

Pengertian Cahaya adalah pancaran elektromagnetik yang dapat terlihat oleh mata manusia. Atau pengertian cahaya yang lainnya yaitu merupakan radiasi elektromagnetik, baik itu dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak. Sedangkan benda yang memancarkan cahaya disebut dengan sumber cahaya.

Sifat Sifat Cahaya

Cahaya memiliki beberapa sifat, berikut ini adalah 7 sifat cahayaantara lain:

1. Cahaya merambat lurus
Sifat Cahaya ini dapat kamu perhatikan pada saat cahaya matahari masuk kedalam suatu ruang melalui celah yang sempit pada pintu maupun jendela, cahaya yang masuk itu akan kelihatan merambat lurus.

2. Cahaya dapat menembus benda bening
Sifat cahaya ini ialah setiap benda yang dapat memancarkan cahaya dikenal dengan sumber cahaya,

3. Cahaya dapat mengalami pembiasan
Sifatnya ini ialah merambat ke segala arah. pada saat cahaya tersebut merambat melalui dua medium yang tidak sama kerapatan optiknya maka cahaya juga akan mengalami perubahan arah rambat(dibelokan).

4. Cahaya dapat mengalami interferensi
Interferensi adalah penggabungan dari dua gelombang ataupun lebih.

5. Cahaya dapat mengalami difraksi (Pelenturan)
pada saat celah sempit , cahaya akan mengalami Difraksi(Pelenturan) gelombang ialah , peristiwa pembelokan arah rambat gelombang yang disebabkan oleh karena melewati celah sempit.

6. Cahaya dapat mengalami polarisasi
Yang dimaksud dengan Polarisasi Cahaya adalah peristiwa dimana terserapnya sebagian arah getar cahaya sehingga cahaya tersebut akan kehilangan sebagaian besar arah getarnya.

7. Cahaya dapat dipantulkan
Cahaya adalah suatu gelombang sehingga cahaya tersebut juga dapat dipantulkan , yang pada dasarnya cahaya akan dipantulkan jika mengenai suatu permukaan.

Macam Macam Pemantulan Cahaya

Pada Dasarnya adalah jika ada cahaya yang mengenai suatu permukaan maka akan terjadi pemantulan.
Hukum Pemantulan cahaya dikenal karena adanya berkas cahaya yang mengenai suatu permukaan pada benda akan dipantulkan sesuai dengan aturan.

Berikut jenis jenis pemantulan cahaya:

1. Pemantulan difus atau pemantulan baur,

yaitu pemantulan cahaya ke segala arah yang terjadi karena bekas sinar datang jatuh pada permukaan kasar atau tidak rata. Pemantulan ini akan memberi kesan menyilaukan mata.

2. Pemantulan teratur,

yaitu pemantulan yang terjadi karena berkas sinar datang jatuh pada permukaan halus atau rata. Pada pemantulan teratur, cahaya akan dipantulkan ke satu arah. Pemantulan ini akan menyejukkan mata.

3. Pemantulan Cahaya lewat Cermin:

 -Cermin Datar
Cermin datar merupakan cermin yang permukaannya tidak melengkung, seperti cermin yang digunakan oleh kita sehari-hari.

-Cermin Cembung
Cermin cembung yaitu cermin yang permukaannya melengkung kearah luar. Cermin ini biasanya digunakan pada kaca spion kendaraan. Bayangan dari cermin cembung bersifat maya, tegak, diperkecil dari ukuran benda sesungguhnya.

-Cermin Cekung
Cermin cekung yaitu cermin yang permukaannya melengkung kea rah bagian dalam. Biasanya cermin ini digunakan sebagai reflektor pada lampu mobil, lampu senter, dan pada sendok.

Contoh Penerapan cahaya dalam kehidupan sehari hari

Cahaya sangat berguna bagi kehidupan, adapun berikut ini salah satu contoh penerapan cahaya dalam kehidupan sehari hari antara lain :
  • Pembelokan Posisi Bintang
  • Terbentuknya Pelangi
  • Atap yang bolong, sehingga sinar matahari masuk
  • Mesin Fotocopy

Hukum Cahaya

Hukum Pemantulan cahaya dikenal karena adanya berkas cahaya yang mengenai suatu permukaan pada benda akan dipantulkan sesuai dengan aturan.

Adapun Hukum Pemantulan cahay berbunyi :
+Sinar datang , sinar pantul , dan garis normal terletak pada suatu bidang yang datar.
+Besar sudut datang cahaya (i) sama dengan sudut pantul (r)

BESARAN POKOK TURUNAN (Pengetian, Alat ukur, besaran satuan, tabel, dimensi dan contoh besaran pokok)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan. semoga dapat membantu

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Pengertian

Pengertian besaran pokok atau Base Quantities adalah besaran yang satuannya didefinisikan terlebih dahulu dan tidak dapat dijabarkan dari besaran lain. Contoh Besaran pokok dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan.
Pengertian besaran turunan atau Derived Quantities adalah besaran fisika yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok. Selain tujuh besaran pokok, besaran fisika yang lainnya termasuk dalam besaran turunan. Contoh Besaran Turunan dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan.

Alat Ukut Besaran Pokok

Berikut ini adalah alat ukur yang digunakan dalam pengukuran besaran pokok :

Panjang

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran panjang, yaitu:
– Penggaris
– Pita ukur
– jangka sorong
– Mikrometer sekrup

Massa

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran massa yaitu:
– Neraca pasar
– Neraca lengan
– Neraca kimia
– Neraca pegas
– Neraca digital

Waktu

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran waktu:
– Jam matahari
– jam pasir
– Jam dinding
– Jam tangan
– Stopwatch
– jam atom

Kuat Arus listrik

Alat ukur yang digunakan:
– Amperemeter

Suhu

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran suhu:
– Termometer

Intensitas Cahaya

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran cahaya:
– Candlemeter atau luxmeter

Jumlah Zat

Jumlah zat tidak diukur secara langsung, tetapi dengan cara mengukur terlebih dahulu massa zat.

Tabel dan Dimensi

Berikut dibawah ini adalah tabel dan dimensi dari besaran pokok dan besaran turunan:
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan.
 

Contoh Besaran Pokok dan besaran turunan

Berikut ini adalah beberapa contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan

besaran pokok
- panjang - meter - m
- massa - kilogram - kg
- waktu - sekon (detik) - s
- arus listrik - ampere - A
- suhu - kelvin - K
- intensitas cahaya - candela - cd
- jumlah zat - mol - mol

Besaran Turunan : Luas = m² 
Volume = m³
Gaya = Newton
Usaha = Joule
Daya = Watt

MAGNET (Pengertian, Sifat, Ciri, Macam dan Teori Magnet) atau kemagnetan

Kali ini Kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika tingkat SMA/SMK yaitu tentang magnet, adapun disini kita akan membahas lengkap tentang pengertian magnet, sifat sifat magnet, Ciri ciri magnet dan macam macam magnet serta teori kemagnetan. Semoga dapat membantu

Magnet

Kali ini Kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika tingkat SMA/SMK yaitu tentang magnet, adapun disini kita akan membahas lengkap tentang pengertian magnet, sifat sifat magnet, Ciri ciri magnet dan macam macam magnet serta teori kemagnetan

Pengertian Magnet

Pengertian magnet adalah suatu benda yang mampu menarik benda lain disekitarnya, yang memiliki sifat khusus. Setiap Magnet mempunyai sifat kemagnetan. Apa yang dimaksud dengan sifat kemagnetan? sifat kemagnetan adalah kemampuan benda dalam menarik benda-benda lain disekitarnya.

Adapun kata "Magnet" diambil dari nama daerah di asia yaitu Magnesia, di tempat inilah bangsa Yunani menemukan menemukan sifat magnetik dari bebatuan yang mampu menarik biji besi.

Sifat Sifat Magnet

Adapun magnet memiliki sifat sifat magnet sebagai berikut :
  • Magnet hanya dapat menarik benda tertentu yang ada disekitarnya dan atau tidak semua jenis benda bisa ditarik oleh magnet serta meski berada dalam jangkauannya.
  • Gaya Magnet dapat menembus benda.
  • Magnet mempunyai dua kutub, yakni Kutub Utara dan Kutub Selatan
  • Apabila Kutub magnet yang sejenis didekatkan satu sama lain, maka kedua kutub ini akan saling tolak menolak. Dan bila kutub yang berlainan didekatkan satu sama lain, maka mereka akan saling Tarik Menarik. Misal, kutub selatan di dekatkan dengan kutub selatan maka kedua kutub akan saling menolak. Dan bila kutub selatan didekatkan dengan kutub utara, maka keuda kutub akan saling menarik dan berdekatan.
  • Medan Magnet akan membentuk Gaya Magnet. Semakin dekat suatu benda dengan Magnet, maka medan magnetnya akan semakin rapat.
  • Sifat Kemagnetan dapat hilang atau melemah dikarenakan beberapa hal, seperti : terus menerus jatuh, terbakar, dan lainnya.

Jenis Jenis Magnet

Berdasarkan sifat kemagnetannya jenis jenis magnet secara umum terbagi menjadi dua yaitu magnetik (Faromagnetik) dan benda non magnetik :

Benda Magnetik (Faromagnetik)

Pengertian faro magnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Jadi, jika benda jenis ini berada dekat dengan magnet, maka magnet akan dengan mudah menariknya mendekat.

Benda Magnetik yang bukan magnet dapat diolah menjadi magnet, namun setiap benda memiliki tingkat kesulitan yang berbeda jika ingin diubah menjadi magnet. Contoh benda ini adalah besi, baja, nikel, dll.

Benda Non-Magnetik

Benda non magnetik terbagi menjadi dua jenis lagi yaitu paramagnetik dan diamagnetik:
  1. Paramagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan lemah oleh magnet kuat, contohnya alumunium, tembaga, platina, dll.
  2. Diamagnetik adalah benda yang menolak magnet, atau benda ini tidak dapat ditarik sama sekali oleh magnet meski berada sangat dekat dengan magnet yang kuat. Contoh benda diamegnetik adalah emas, seng, merkuri, dan lainnya.

Macam Macam Magnet

Magnet memiliki berbagai macam bentuk, secara umum bentuk magnet yang diketahui ada 5 yaitu :
  • Magnet Batang, bentuknya menyerupai batang atau balok atau kubus.
  • Magnet Silinder, bentuk magnet ini menyerupai tabung panjang.
  • Magnet Jarum, bentuk magnet ini menyerupai jarum kompas dengan kedua ujung atau kutub magnetnya lebih runcing.
  • Magnet U (Magnet Ladam), magnet ini berbentuk seperti tapal kuda atau serupa dengan huruf U.
  • Magnet Cincin, magnet ini memiliki bentuk bulat menyerupai cincin.

Teori Kemagnetan

Dalam materi kemagnetan kita perlu memahami beberapa prinsip yang perlu dipahami yaitu :
  • Sebuah Magnet akan selalu tersusun atas magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer.
  • Pada Benda Magnetik, Magnet elementer ini tersusun secara teratur, Namun pada benda non-magnetik, magnet elementer tersusun secara acak.
  • Bahan Magnetik lunak lebih mudah dijadikan magnet karena lebih mudah untuk menyusun magnet elementer menjadi teratur
  • Bahan magnetik yang bukan magnet dapat diubah menjadi magnet dengan prinsip membuat magnet elementer menjadi teratur.
  • Apabila sebuah magnet dipotong, maka masing-masing potongan tetap memiliki kutub utara dan kutub selatan

Pengertian, Bunyi, Rumus dan Contoh Soal Hukum Termodinamika 1, 2 dan 3 serta prinsip termodinamika

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA, yaitu tentang pengertian hukum termodinamika, bunyi hukum termodinamika 0, I, II dan III (0,1,2,3) beserta rumus hukum termodinamika dan contoh soal termodinamika serta Prinsip termodinamika. semoga dapat membantu

Hukum Termodinamika

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA, yaitu tentang pengertian hukum termodinamika, bunyi hukum termodinamika 0, I, II dan III (0,1,2,3) beserta rumus hukum termodinamika dan contoh soal termodinamika serta Prinsip termodinamika.

Pengertian Termodinamika

Pengertian termodinamika secara bahasa adalah Termodinamika berasal dari bahasa Yunani dimana Thermos yang artinya panas dan Dynamic yang artinya perubahan. Termodinamika merupakan ilmu yang menggambarkan usaha  untuk mengubah kalor (perpindahan energi yang disebabkan perbedaan suhu) menjadi energi serta sifat-sifat pendukungnya. Termodinamika berhubungan erat dengan fisika energi, panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika juga berhubungan dengan mekanika statik. Cabang ilmu fisika ini mempelajari pertukaran energi dalam bentuk kalor dan kerja, sistem pembatas dan lingkungan. Aplikasi dan penerapan termodinamika dapat terjadi pada tubuh manusia, peristiwa meniup kopi panas, perkakas elektronik, Refrigerator, mobil, pembangkit listrik dan industri.

Bunyi Hukum Termodinamika

Hukum termodinamika ada 4 yaitu hukum termodinamika 0 / nol, hukum termodinamika I, hukum termodinamika II dan III

Hukum Awal (Zeroth Law/Hukum ke-0)

Bunyi Hukum Termodinamika 0 : "Jika dua sistem berada dalam kesetimbangan termal dengan sistem ketiga, maka mereka berada dalam kesetimbangan termal satu sama lain"

Hukum Termodinamika I

Bunyi Hukum Termodinamika 1 yaitu : "Energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan, melainkan hanya bisa diubah bentuknya saja."

Rumus/Persamaan 1 Termodinamika:
Q = W + ∆U

Q = kalor/panas yang diterima/dilepas (J)
W =  energi/usaha (J)
∆U = perubahan energi (J)

Hukum ke-2 Termodinamika

Bunyi Hukum Termodinamika 2 yaitu : "Kalor mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tidak mengalir secara spontan dalam arah kebalikannya."

Hukum Termodinamika ke-3

Bunyi Hukum Termodinamika 3 :
"Suatu sistem yang mencapai temperatur nol absolut, semua prosesnya akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum."
"Entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol."

 Prinsip Termodinamika

Adapun Prinsip hukum termodinamika yaitu Prinsip termodinamika sebenarnya adalah hal alami yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, termodinamika direkayasa sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk mekanisme yang dapat membantu manusia dalam kegiatannya. Aplikasi termodinamika yang begitu luas dimungkinkan karena perkembangan ilmu termodinamika sejak abad 17. Pengembangan ilmu termodinamika dimulai dengan pendekatan makroskopik yaitu perilaku umum partikel zat yang menjadi media pembawa energi.

Contoh Soal Hukum Termodinamika

Berikut ini adalah salah satu contoh soal dan jawabannya tentang termodinamika
1. Kalor sebanyak 3000 Joule ditambahkan pada sistem dan sistem melakukan usaha 2500 Joule pada lingkungan. Perubahan energi dalam sistem adalah…

Pembahasan
Diketahui :
Kalor (Q) = +3000 Joule
Usaha (W) = +2500 Joule

Ditanya : perubahan energi dalam?


2. Kalor sebanyak 2000 Joule ditambahkan pada sistem dan lingkungan melakukan usaha 2500 Joule pada sistem. Perubahan energi dalam sistem adalah…

Pembahasan
Diketahui :
Kalor (Q) = +2000 Joule
Usaha (W) = -2500 Joule
Ditanya : perubahan energi dalam sistem 
Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×